Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain"
Nabi SAW juga menjelaskan bahwa ketika manusia meninggal, akan terputus semua amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah ilmu yg bermanfaat yg diajarkan kepada orang lain.
Ketika terjadi peperangan melawan kaum kafir, Nabi SAW tidak menyuruh seluruh umat muslim untuk turun ke medan perang, tapi menyuruh sebagian mereka untuk tetap tinggal dengan tugas mengajar al-Qur'an dan ilmu pengetahuan kepada kaum muslimin, anak2 dan kaum jompo.
Perhatian Nabi SAW kepada penyebaran ilmu pengetahuan sangatlah besar, sebesar mereka yg jihad di medan peperangan. Dan ilmu yg diajarkan menjadi amal jariyah yg pahalanya terus mengalir walaupun si pengajar telah meninggal dunia.
Masalah rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, tidak mungkin Allah SWT "membiarkan" hamba-Nya yang berbuat amal sholeh dengan ikhlas. Jadi, jangan takut soal gaji kecil, jangan takut hidup akan kekurangan, karena Allah SWT pasti akan mencukupi kehidupan hamba-Nya yg berbuat amal sholeh.
Guru tidak harus diartikan secara formal yang mengajar di sebuah sekolah, tapi juga bisa diartikan secara non formal. Orang tua yang mengajarkan anak-anaknya adalah guru, Om/tante dapat menjadi guru bagi keponakan2nya. Begitupun seorang sahabat dapat menjadi guru bagi sahabatnya yang lain.
من دلّ على خير فله مثل أجر فاعله
Barang siapa yg menunjukkan (mengajarkan) kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan ganjaran dari apa yg dikerjakan oleh orang yg diajarkannya itu.
من سن في الإسلام سنة حسنة كان له أجرها وأجر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئا
Barang siapa mengajarkan kebaikan, maka baginya ganjaran dan ganjaran siapa yg melakukannya, tanpa mengurangi ganjaran pelakunya. Begitupun sebaliknya (mengajarkan keburukan) (HR. Muslim)
Dan bagaimanapun... Nanti, yang paling banyak masuk ke dalam surga adalah mereka yg profesinya sebagai guru. Para Nabi/Rasul adalah guru, para sahabat dan tabi'in adalah guru. Para imam madzhab spt imam syafi'i, malik, hanafi, hanbali adalah guru. Para ahli tafsir dan hadits adalah guru. Agus salim, Hasyim Asy'ari, Buya Hamka adalah guru. Dan dapat "dipastikan" mereka adalah para penghuni surga. Berbahagialah mereka yg profesinya sbg guru. Krn tdk ada balasan yg layak baginya selain surga. Asalkan, Profesi tsb dilaksanakan dgn sabar dan ikhlas...
Wallahu a'lam...
Oleh: Azharul Fuad
( KULIAH TUJUH MENIT-2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar