Elegi 1: pertemuan
Yang terindah… saat jumpai kamu…
Yang terbahagia… saat mengenalmu…
Yang tererat… saat hati bertaut…
Yang terdalam… saat bersama…beriring melalui masa dan waktu…
Tapi … haru kala mata terbuka…
pilu kala fakta bicara…
Pedih… kala tempok menghadang…
Perih… kala jurang dan kawah membendung nafas yang ingin bersatu…
Ingin menjadi kidung merdu jika pun harus berbalik,
Pergi dari semua yang merintangi…
Karena rasa ini dibangun bukan hanya dari hati dan perasaan…
Tapi lahir dari jiwa…
Dengan jiwa menyambutmu…
Dengan jiwa memohon ingin menetap dalam relungmu…
Dengan jiwa melepasmu pergi…
Jangan ada air mata…
Coz…we never say goodbye…
We can’t say goodbye…!!!
I can’t say goodbye…
Elegi 2: kerinduan
Malam meretih dalam hujan…
Di sudut hati,
Hati rapuh menangis,
Mengiris sepinya malam dengan ratap dan kisah sedih…
Ke mana cinta pergi?
Ke mana harapan hilang?
Ke mana tujuan tertebas?
Ke mana datangnya pagi?
Malam merepih semakin larut…
Di sudut hati,
Sepotong jiwa nelangsa,
Hanya sekedar ingin ikut menyambut pagi lagi…
Elegi 3: harapan
Kau tahu sedang apa aku sekarang?
Aku sedang mencari cara
Menyapa matahari
Berkenalan dengan matahari…..
Lihat betapa hebatnya dia…
Berada di angkasa sepanjang waktu
Berkeliling dunia setiap saat
Menyaksikan kisah selalu
Jadi dia bisa bercerita padaku
Sedang apa kasihku jauh di sana…
Elegi penutup: epilog
Ketika bersamamu, waktu terlewat…
Ketika bersamamu, mentari indah…
Ketika bersamamu, mendung pergi dari dunia…
Ketika bersamamu, aku hanya bisa bertanya…
Kapan bisa bersama lagi?
Bicara tentang langit biru,
Samudra raya,
Jagat nan luas,
Hati bahagia,
Jiwa mendamba…
Ketika bersamamu,
Aku tak lagi mau terpisah ruang dan waktu…
artikelpopuler.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar