Dalam era kesejagatan ini, tantangan persaingan yang dihadapi remaja semakin bertambah kompleks dan berat. Maka dengan sendirinya, agar remaja dapat bertahanmenghadapi tantangan tersebut, haruslah membekali dirinya dengan berbagai ketrampilan, pengetahuan maupun fisik yang prima.
Nilai rapor rata-rata 8, ranking tidak pernah lebih dari 10 besar. Apakah jaminan kesuksesan di masa yang akan datang? Berpuluh tahun yang lalu mungkin nilai prestasi belajar yang tinggi dan IQ yang mendekati jenius mungkin masih dianggap sebagai prestise tersendiri dan akan menjamin kesuksesan seseorang. Teori itu terbantahkan di era 90-an ketika Daniel Goleman mengemukakan teori Kecerdasan Emosional. IQ hanya memberikan sumbangan sekitar 20% saja dari keberhasilan individu di dunia kerja, 80% ditentukan oleh kecerdasan emosiional. Howard Gardner menimpalinya dengan teori Multiple Intelligence, ada 7 kecerdasan yang perlu dipertimbangkan sebagai cara berpikir yang penting sehingga ukuran keberhasilan seseorang tidak hanya terpusat pada tingginya nilai prestasi belajar dan IQ saja.
Beberapa waktu yang lalu sempat tercetus dari seorang guru senior dalam sebuah pertemuan alumni : " Saya itu heran sekali, dulu anak ini nampak nakal. PR tidak pernah selesai, ranking selalu masuk lima besar dari bawah, tapi kok sekarang malah menjadi dokter yang sukses ya ? Malah siswa kesayangan saya yang selalu masuk tiga besar dalam peringkat teratas kok malah akhirnya bekerja biasa-biasa saja?" Biasanya jawaban yang diberikan orang tua didasarkan pada hasil tes IQ yang diperoleh dari sekolah. " Angka IQ memberi pengaruh besar pada imajinasi banyak orang Indonesia.
Dalam masyaralat kita, mempunyai IQ rendah berarti memiliki resiko dicap terbelakang atau bahkan lebih buruk lagi. Sebaliknya, orang berbakat atau jenius akan mendapat pujian dan menerima berbagai hak istimewa sebagai orang pintar. Banyak penelitian menunjukkan bahwa meskipun tes kecerdasan secara konsisten meramalkan kesuksesan di sekolah, tes ini tidak berhasil menunjukkan apakah siswa akan berhasil atau tidak setelah terjun ke dunia nyata. Sebuah studi yang dilakukan pada para profesional yang sangat sukses menunjukkan bahwa sepertiga dari mereka mempunyai nilai IQ yang tidak terlalu menonjol. Jelaslah bahwa tes IQ hanya mengukur sesuatu yang lebih tepat disebut bakat bersekolah, sementara kecerdasan sejati mencakup berbagai ketrampilan yang jauh lebih luas.
MULTIPLE INTELLIGENCE
Ada SEMBILAN kecerdasan yang patut diperhitungkan secara sungguh-sungguh sebagai cara berpikir yang penting :
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata. Kecerdasan ini dimiliki oleh para jurnalis, penyair, pengacara, penulis.
2. Kecerdasan Logis-matematis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika. Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan programmer
3. Kecerdasan Spatial
Mencakup kecerdasan berpikir dalam gambar serta kemampuan untuk menyerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai aspekdunia visual-spasial.
4. Kecerdasan Musikal
Kemampuan menyerap, menghargai, dan menciptakan irama/melodi. Bach, Beethoven, penari, dan penyanyi memiliki kecerdasan ini.
5. Kecerdasan Kinestatik Jasmani
Meliputi bakat dalam mengendalikan gerak tubuh dan ketrampilan dalam menangani benda. Kecerdasan ini dimiliki oleh atlet, pengrajin, montir, dan ahli bedah.
6. Kecerdasan Antar Pribadi
Kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Orang yang memiliki tingkat sosial yang tinggi pasti memiliki kecerdasan ini
7. Kecerdasan Intrapribadi
Kemampuan untuk mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai macam emosi dan menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya.
8. Kecerdasan Natural
Kemampuan untuk memahami fenomena yang terjadi di alam dan mengkaitkannya dengan berbagai hal.
9. Kecerdasan Spritual
Kemampuan bersikap religius dan memahami norma-norma.
KECERDASAN EMOSIONAL
Kecerdasan emosional jelas memiliki konsep yang berbeda dengan kecerdasan intelektual. IQ adalah suatu ukuran untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Semakin tinggi IQ, maka seseorang akan dinilai cerdas. Tes IQ meliputi kemampuan untuk menguasai atau menyelesaikan soal-soal kemampuan berbahasa, berhitung, berimajinasi maupun mengingat. Orang yang dapat menyelesaikan soal-soal tersebut, maka nilai tes IQnya tinggi. Namun, mengapa mereka tidak sukses dan kadang tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi? Ternyata tidak semua orang yang memiliki IQ tinggi punya kebiasaan baik. Ada yang malas, tidak disiplin, suka menunda pekerjaan, kurang bertanggungjawab, merasa pandai, menganggap remeh pekerjaan, patah semangat, kurang berani menghadapi kenyataan, merasa rendah diri, kurang mampu bekerja sama, kurang mampu berkomunikasi, kurang proaktif, kurang pertimbangan, kurang beretika, kurang mampu mengatur waktu, kurang sadar diri, kurang berani mengambil keputusan, terlalu mengikuti arus, terlalu memikirkan diri sendiri, kurang mampu memimpin, kurang disukai teman-temannya, kurang asertif, dan masih banyak faktor di luar IQ yang ternyata mempengaruhi kesuksesan seseorang. Faktor-faktor tersebut merupakan kecerdasan emosional, sehingga betapa besar pesar kecerdasan emosional dalam mengantar seseorang berhasil secara nyata dalam pekerjaannya.
Oleh: cosmo turner
Artikelpopuler.com
Nilai rapor rata-rata 8, ranking tidak pernah lebih dari 10 besar. Apakah jaminan kesuksesan di masa yang akan datang? Berpuluh tahun yang lalu mungkin nilai prestasi belajar yang tinggi dan IQ yang mendekati jenius mungkin masih dianggap sebagai prestise tersendiri dan akan menjamin kesuksesan seseorang. Teori itu terbantahkan di era 90-an ketika Daniel Goleman mengemukakan teori Kecerdasan Emosional. IQ hanya memberikan sumbangan sekitar 20% saja dari keberhasilan individu di dunia kerja, 80% ditentukan oleh kecerdasan emosiional. Howard Gardner menimpalinya dengan teori Multiple Intelligence, ada 7 kecerdasan yang perlu dipertimbangkan sebagai cara berpikir yang penting sehingga ukuran keberhasilan seseorang tidak hanya terpusat pada tingginya nilai prestasi belajar dan IQ saja.
Beberapa waktu yang lalu sempat tercetus dari seorang guru senior dalam sebuah pertemuan alumni : " Saya itu heran sekali, dulu anak ini nampak nakal. PR tidak pernah selesai, ranking selalu masuk lima besar dari bawah, tapi kok sekarang malah menjadi dokter yang sukses ya ? Malah siswa kesayangan saya yang selalu masuk tiga besar dalam peringkat teratas kok malah akhirnya bekerja biasa-biasa saja?" Biasanya jawaban yang diberikan orang tua didasarkan pada hasil tes IQ yang diperoleh dari sekolah. " Angka IQ memberi pengaruh besar pada imajinasi banyak orang Indonesia.
Dalam masyaralat kita, mempunyai IQ rendah berarti memiliki resiko dicap terbelakang atau bahkan lebih buruk lagi. Sebaliknya, orang berbakat atau jenius akan mendapat pujian dan menerima berbagai hak istimewa sebagai orang pintar. Banyak penelitian menunjukkan bahwa meskipun tes kecerdasan secara konsisten meramalkan kesuksesan di sekolah, tes ini tidak berhasil menunjukkan apakah siswa akan berhasil atau tidak setelah terjun ke dunia nyata. Sebuah studi yang dilakukan pada para profesional yang sangat sukses menunjukkan bahwa sepertiga dari mereka mempunyai nilai IQ yang tidak terlalu menonjol. Jelaslah bahwa tes IQ hanya mengukur sesuatu yang lebih tepat disebut bakat bersekolah, sementara kecerdasan sejati mencakup berbagai ketrampilan yang jauh lebih luas.
MULTIPLE INTELLIGENCE
Ada SEMBILAN kecerdasan yang patut diperhitungkan secara sungguh-sungguh sebagai cara berpikir yang penting :
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata. Kecerdasan ini dimiliki oleh para jurnalis, penyair, pengacara, penulis.
2. Kecerdasan Logis-matematis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika. Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan programmer
3. Kecerdasan Spatial
Mencakup kecerdasan berpikir dalam gambar serta kemampuan untuk menyerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai aspekdunia visual-spasial.
4. Kecerdasan Musikal
Kemampuan menyerap, menghargai, dan menciptakan irama/melodi. Bach, Beethoven, penari, dan penyanyi memiliki kecerdasan ini.
5. Kecerdasan Kinestatik Jasmani
Meliputi bakat dalam mengendalikan gerak tubuh dan ketrampilan dalam menangani benda. Kecerdasan ini dimiliki oleh atlet, pengrajin, montir, dan ahli bedah.
6. Kecerdasan Antar Pribadi
Kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Orang yang memiliki tingkat sosial yang tinggi pasti memiliki kecerdasan ini
7. Kecerdasan Intrapribadi
Kemampuan untuk mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai macam emosi dan menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya.
8. Kecerdasan Natural
Kemampuan untuk memahami fenomena yang terjadi di alam dan mengkaitkannya dengan berbagai hal.
9. Kecerdasan Spritual
Kemampuan bersikap religius dan memahami norma-norma.
KECERDASAN EMOSIONAL
Kecerdasan emosional jelas memiliki konsep yang berbeda dengan kecerdasan intelektual. IQ adalah suatu ukuran untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Semakin tinggi IQ, maka seseorang akan dinilai cerdas. Tes IQ meliputi kemampuan untuk menguasai atau menyelesaikan soal-soal kemampuan berbahasa, berhitung, berimajinasi maupun mengingat. Orang yang dapat menyelesaikan soal-soal tersebut, maka nilai tes IQnya tinggi. Namun, mengapa mereka tidak sukses dan kadang tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi? Ternyata tidak semua orang yang memiliki IQ tinggi punya kebiasaan baik. Ada yang malas, tidak disiplin, suka menunda pekerjaan, kurang bertanggungjawab, merasa pandai, menganggap remeh pekerjaan, patah semangat, kurang berani menghadapi kenyataan, merasa rendah diri, kurang mampu bekerja sama, kurang mampu berkomunikasi, kurang proaktif, kurang pertimbangan, kurang beretika, kurang mampu mengatur waktu, kurang sadar diri, kurang berani mengambil keputusan, terlalu mengikuti arus, terlalu memikirkan diri sendiri, kurang mampu memimpin, kurang disukai teman-temannya, kurang asertif, dan masih banyak faktor di luar IQ yang ternyata mempengaruhi kesuksesan seseorang. Faktor-faktor tersebut merupakan kecerdasan emosional, sehingga betapa besar pesar kecerdasan emosional dalam mengantar seseorang berhasil secara nyata dalam pekerjaannya.
Oleh: cosmo turner
Artikelpopuler.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar