Banyak orang setuju bahwa motivasi itu bagai misteri. Kita pun sering tidak mengenal penuh motivasi dalam diri kita. Apa yang membuat saya bersemangat? Apa yang membuat saya melompat dari tidur saya di pagi hari. Apa yang membuat saya ceia mengerjakan sesuatu walaupun saya lelah. Beberapa teori utama yang membahas kebutuhan manusia juga seringkali bisa tidak relavan dengan motivasi orang bekerja di masa sekarang.
Tumbuhkan "Sense of Progress"
Seorang ahli manajemen membuat penelitian terhadap 12.000 karyawan, yang terdiri dari pekerja kasar sampai para eksekutif ia menemukan sense of progress sebagai hal yang paling membuat karyawan ingin maju dan berprestasi ketimbang faktor lain, seperti support internal, teknikal serta kolaborasi tim. Mungkin ini juga alasan bahwa perusahaan servis yang mengandalkan antusiasme karyawannya mengumumkan secara terbuka pencapaian penjualan hariannya, agar setiap karyawan jelas merasakan milestone perusahaan, sedang maju, jalan di tempat atau mengalami penurunan.
Bagaimana dengan pekerjaan yang dianggap rutin dan sulit diukur kemajuannya? Seorang karyawan bisa saja mengatakan "Dari tahun ke tahun saya menyajikan laporan keuangan bulanan terus".
Pekerjaan saya memang itu-itu saja Bayangkan betapa sulitnya menjaga motivasi teman kita ini. Dan bayangkan betapa orang semacam ini cepat berkarat dan tua sebelum waktunya. Untuk pekerjaan-pekerjaan rutin jalan terbaiknya adalah memberi perasaan pada teman-teman kita ini bahwa kesempatan belajar selalu ada. Pertanyaan atau bahkan berbagai tantanganbisa kita berikan seputar pekerjaannya, sehingga setiap individu merasakan progress belajar dalam dirinya.
Genggam "Passion"
Tidak jarang kita temui orang yang sangat pede, tapi tidak terlihat antusias, Profesional yang berbakat dan terampil sekalipun bisa saja tidak bersemangat. Teman saya seorang pemain bola basket yang berbakat terpaksa harus menghentikan karirnya sebagai pemain nasional setelah menemukan bahwa kedua belah kakinya tidak sama panjang. Teman kita yang seharusnya jatuh mentalnya ini ternyata tidak jadi kehilangan semangat, bahkan akhirnya merintis karirnya kembali menjadi pelatih. "Saya tidak pernah lepas menggenggam "basket". Mengapa harus berhenti?". Kita tahu bahwa hambatan dan kendala pasti dihadapi setiap orang dan terkadang bisa menjatuhkan mental. Namun, sepanjang individu punya kecintaan dan minat yang kuat terhadap substansi tertentu, ia senantiasa bisa menemukan jalan untuk membakar antusiasmenya terus menerus dan tidak berhenti berkarya. Teman kita ini juga menambahkan, "Fokus pada diri sendiri tidak boleh terlalu berlebihan, karena situasi seperti ini membuat kita tidak bisa memperhatikan dan bekerja untuk orang laindi sekitar kita" Ya, mana mungkin kita mengeluarkan prestasi terbaik, jika tujuan kita semata untuk kepentingan pribadi? Dengan memperluas minat dan kepedulian pada keadaan di sekitar kita dan kebutuhan orang lain, sumber energi kita tentu akan terus terisi, bahkan bertambah besar.
Semoga Bermanfaat.
Oleh: wiyan007
artikelpopuler.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar